Era Baru Keuangan Global, Mata Uang BRICS Siap Diluncurkan di 2026

Rabu, 13 Agustus 2025 - 07:41 WIB
Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden China Xi Jinping telah memimpin respons terkoordinasi tersebut. Keduanya bertekad untuk menolak unilateralisme dan proteksionisme melalui kerja sama BRICS yang lebih mendalam di berbagai bidang kebijakan penting. Pembatalan pertemuan antara Menteri Keuangan Brasil dan Menteri Keuangan AS baru-baru ini semakin menunjukkan meningkatnya ketegangan bilateral.

Baca Juga: Gedung Putih Ungkap Trump dan Putin akan Bertemu di Anchorage Alaska

Dari sisi manfaat ekonomi, kemajuan mata uang BRICS diyakini dapat mengoptimalkan efisiensi transaksi dan mengurangi ketergantungan pada dolar dalam berbagai infrastruktur keuangan besar. Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalal, menekankan kepentingan strategis ini selama forum Rusia–Dunia Islam, menetapkan kerangka kerja sama yang lebih luas.

Jalal menegaksan bahwa Iran dan Rusia secara aktif bekerja sama untuk merealisasikan mata uang bersama BRICS, dengan tujuan mengurangi dampak ekonomi dari sanksi AS. "Linimasa perilisan mata uang BRICS juga memelopori pengembangan infrastruktur digital yang menjanjikan, didukung oleh teknologi blockchain dan integrasi mata uang digital bank sentral (CBDC) yang berkembang pesat di negara-negara anggota," tegas dia.

Kepemimpinan Brasil dalam inisiatif mata uang baru BRICS terus mendorong momentum menuju implementasi penuh pada tahun 2026 di berbagai sektor kebijakan utama. Koordinasi ekonomi antarnegara anggota terus dimaksimalkan, meskipun terdapat perbedaan tingkat inflasi dan kebijakan moneter yang berlaku.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!