7 Negara Amerika Latin Antusias Gabung BRICS, Apa yang Terjadi dengan AS?

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 07:35 WIB
Selama beberapa dekade, sejumlah negara Amerika Latin mengalami tekanan ekonomi akibat sanksi, tarif, dan kebijakan perdagangan AS. Situasi tersebut semakin sulit karena sebagian di antaranya berada di bawah rezim otoriter yang memicu isolasi politik dan ekonomi.

Baca Juga: Trump-Putin Bertemu di Alaska Hari Ini, Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?

BRICS dalam kondisi ini menawarkan peluang baru. Melalui perdagangan dan fasilitas pinjaman dari New Development Bank (NDB), aliansi ini mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Selain itu, keanggotaan di BRICS diyakini dapat membuka akses pembiayaan infrastruktur, memperluas pasar ekspor, dan mempererat kerja sama antarnegara berkembang. Hal ini selaras dengan agenda BRICS untuk memperkuat posisi tawar di hadapan ekonomi maju.

Meski peluang terbuka, proses keanggotaan tidak instan. Setiap negara harus melalui mekanisme persetujuan internal BRICS termasuk kesepakatan di antara anggota lama.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!