Musibah Menimpa Mitra, Grab Gercep Berikan Bantuan
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:52 WIB
Diketahui, pada Jumat (2/8/2025) sore, driver ojol Aji Pratama baru saja menyelesaikan pengantaran pesanan GrabFood. Ia berniat menemui rekannya yang sedang berada di sekitar lokasi demonstrasi. Namun, nasib berkata lain. Sebuah peluru karet mengenai wajahnya dan menyebabkan luka serius di bagian hidung. Ia segera dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapat perawatan medis.
Hanya beberapa jam setelah kejadian, perwakilan Grab datang untuk memastikan Aji mendapatkan penanganan terbaik. Operasi hidung segera dijadwalkan, seluruh biaya perawatan ditanggung, dan administrasi rumah sakit dibantu langsung agar keluarga tidak terbebani.
Sejak hari pertama, tim Grab rutin hadir setiap hari, mendampingi keluarga sekaligus memantau kondisi medis. Langkah itu menjadi bukti bahwa perhatian yang diberikan bukan hanya berupa santunan, tetapi juga kehadiran nyata di saat paling dibutuhkan.
Sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025) malam, insiden lain menimpa Moh Umar Amarudin. Malam itu, Umar berada di kawasan Jakarta Barat, tidak jauh dari kerumunan massa yang sedang melakukan penyampaian aspirasi. Ia awalnya sedang menunggu rekannya, namun situasi lapangan tiba-tiba menjadi ricuh. Dorongan massa membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Dalam hitungan detik, tubuhnya terinjak di tengah kerumunan yang panik.
Cedera di bagian rusuk membuat Umar harus segera dilarikan ke RS Pelni. Di sana, dokter menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi patah tulang di rusuknya.
Dalam hitungan jam setelah kejadian, tim Grab hadir di rumah sakit, bahkan hingga dini hari, untuk memastikan kondisi Umar. Kehadiran itu tidak sekadar menanyakan kabar, tetapi langsung memberi dukungan nyata: mulai dari mengurus administrasi, memastikan perawatan medis berjalan lancar, hingga menyiapkan kebutuhan tambahan yang mendesak.
Hanya beberapa jam setelah kejadian, perwakilan Grab datang untuk memastikan Aji mendapatkan penanganan terbaik. Operasi hidung segera dijadwalkan, seluruh biaya perawatan ditanggung, dan administrasi rumah sakit dibantu langsung agar keluarga tidak terbebani.
Sejak hari pertama, tim Grab rutin hadir setiap hari, mendampingi keluarga sekaligus memantau kondisi medis. Langkah itu menjadi bukti bahwa perhatian yang diberikan bukan hanya berupa santunan, tetapi juga kehadiran nyata di saat paling dibutuhkan.
Sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025) malam, insiden lain menimpa Moh Umar Amarudin. Malam itu, Umar berada di kawasan Jakarta Barat, tidak jauh dari kerumunan massa yang sedang melakukan penyampaian aspirasi. Ia awalnya sedang menunggu rekannya, namun situasi lapangan tiba-tiba menjadi ricuh. Dorongan massa membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Dalam hitungan detik, tubuhnya terinjak di tengah kerumunan yang panik.
Cedera di bagian rusuk membuat Umar harus segera dilarikan ke RS Pelni. Di sana, dokter menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi patah tulang di rusuknya.
Dalam hitungan jam setelah kejadian, tim Grab hadir di rumah sakit, bahkan hingga dini hari, untuk memastikan kondisi Umar. Kehadiran itu tidak sekadar menanyakan kabar, tetapi langsung memberi dukungan nyata: mulai dari mengurus administrasi, memastikan perawatan medis berjalan lancar, hingga menyiapkan kebutuhan tambahan yang mendesak.
Lihat Juga :