63 Bulan Beruntun, BPS Catat Neraca Dagang Surplus USD4,17 Miliar per Juli 2025
Senin, 01 September 2025 - 13:17 WIB
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD12,07 miliar, Singapura -USD3,41 miliar dan Australia -USD3,16 miliar.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD12,13 miliar, India USD8,13 miliar dan Filipina USD5,07 miliar. Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD13,21 miliar, Australia -USD2,79 miliar dan Brazil -USD0,95 miliar.
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus 61 Bulan Beruntun, Tembus USD4,30 Miliar per Mei
Nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2025 mencapai USD160,16 miliar atau naik 8,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sedangkan nilai impor Indonesia Januari-Juli 2025 mencapai USD136,51 miliar atau naik 3,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD12,13 miliar, India USD8,13 miliar dan Filipina USD5,07 miliar. Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD13,21 miliar, Australia -USD2,79 miliar dan Brazil -USD0,95 miliar.
Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus 61 Bulan Beruntun, Tembus USD4,30 Miliar per Mei
Nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2025 mencapai USD160,16 miliar atau naik 8,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sedangkan nilai impor Indonesia Januari-Juli 2025 mencapai USD136,51 miliar atau naik 3,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :