Dekarbonisasi MIND ID, Berikut 4 Skenario Utama Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Jum'at, 12 September 2025 - 23:34 WIB
Maroef menuturkan Grup MIND ID menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 21,4% terhadap skenario business as usual atau setara dengan 6,6 juta ton CO2e pada 2030. Baca Juga: Konsisten Tumbuh, Aset MIND ID Sentuh Rp260 Triliun
Untuk mencapai target tersebut, empat skenario utama telah disusun dan mulai dijalankan secara konsisten di anggota holding yaitu: konversi bahan bakar rendah karbon, efisiensi operasi, peningkatan penggunaan energi terbarukan dan pemanfaatan renewable energy certificate.
Beberapa langkah nyata yang telah terealisasi dalam konversi bahan bakar rendah karbon adalah melalui penggunaan B35 di peralatan tambang PT Aneka Tambang Tbk yang berhasil menurunkan emisi sekitar 13 ribu ton CO2e pada 2024.
Selanjutnya, efisiensi operasional dilakukan PT Bukit Asam Tbk melalui penggunaan bucket wheel excavator bertenaga listrik pada fasilitas coal handling di Tanjung Enim yang menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e.
Dukungan terhadap energi bersih juga semakin diperkuat. Lebih dari 99% energi yang digunakan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) saat ini bersumber dari energi terbarukan PLTA Asahan.
Untuk mencapai target tersebut, empat skenario utama telah disusun dan mulai dijalankan secara konsisten di anggota holding yaitu: konversi bahan bakar rendah karbon, efisiensi operasi, peningkatan penggunaan energi terbarukan dan pemanfaatan renewable energy certificate.
Beberapa langkah nyata yang telah terealisasi dalam konversi bahan bakar rendah karbon adalah melalui penggunaan B35 di peralatan tambang PT Aneka Tambang Tbk yang berhasil menurunkan emisi sekitar 13 ribu ton CO2e pada 2024.
Selanjutnya, efisiensi operasional dilakukan PT Bukit Asam Tbk melalui penggunaan bucket wheel excavator bertenaga listrik pada fasilitas coal handling di Tanjung Enim yang menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e.
Dukungan terhadap energi bersih juga semakin diperkuat. Lebih dari 99% energi yang digunakan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) saat ini bersumber dari energi terbarukan PLTA Asahan.
Lihat Juga :