Permintaan Lesu, Kredit Nganggur Perbankan Tembus Rp2.372 Triliun

Rabu, 17 September 2025 - 19:12 WIB
Tak hanya itu, suku bunga kredit yang masih tinggi juga dinilai menjadi faktor mengapa uang di bank belum segera dicairkan oleh masyarakat. "Juga lebih besarnya pemanfaatan dana internal untuk pembiayaan usaha," ujarnya.

Sebagai catatan, undisbursed loan dikenal juga sebagai kredit menganggur atau fasilitas kredit yang belum ditarik. Ini merupakan fasilitas kredit yang sudah disetujui oleh bank kepada nasabah, tetapi belum ditarik oleh nasabah tersebut sama sekali atau baru sebagian.

Undisbursed loan terbesar tercatat pada jenis kredit modal kerja dengan rasio 34,00 persen terhadap plafon. Dari sisi sektoral, nilai kredit menganggur paling banyak terdapat di industri, pertambangan, perdagangan, serta jasa dunia usaha. Dari sisi kelompok bank, kredit menganggur tertinggi ada di kelompok bank asing (KCBA) dengan rasio mencapai 61,17 persen.

Sementara pada bank BUMN dan swasta, rasionya berada di kisaran 30 persen. Bank Indonesia juga menyoroti lemahnya permintaan kredit dari UMKM dan rumah tangga.

“Kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan rumah tangga (RT) juga belum kuat sebagaimana terindikasi dari penurunan keyakinan konsumen atas penghasilan saat ini,” tulis BI dalam asesmen kredit perbankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!