Bitcoin Melawan Kutukan Red September

Sabtu, 20 September 2025 - 14:12 WIB
Walaupun pergerakan Bitcoin terlihat positif, bulan September biasanya dikenal sebagai bulan yang sulit bagi harga cryptocurrency terbesar di dunia ini. Sejak 2013, Bitcoin mengalami penurunan di delapan dari dua belas bulan September dengan rata-rata pengembalian negatif sebesar –3,8 persen. Fenomena ini dikenal sebagai “Red September. ”

Namun, pola yang terjadi sebelumnya tidak selalu terulang. Dalam dua tahun terakhir, Bitcoin mampu menutup bulan September dengan catatan positif, termasuk pencapaian terbaik di 2024 dengan kenaikan 7,29 persen.

Hal ini memberikan harapan bahwa tren negatif musiman dapat terputus pada tahun 2025, bahkan mungkin menutup bulan ini di dekat US$120.000.

Prospek Jangka Pendek, Menuju US$115 Ribu

Ia menambahkan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya akan melemahkan nilai dolar AS dan mendorong aliran dana global ke aset berisiko, termasuk cryptocurrency.

Level psikologis di US$100.000 memang menjadi perhatian banyak pelaku pasar. Namun, dukungan dari momentum makro dan meningkatnya aliran dana institusi melalui Bitcoin Spot ETF bisa mendukung optimisme bullish. Kami percaya bahwa target US$115. 000 hingga US$120. 000 di akhir September masih realistis.

Fyqieh menyatakan bahwa terdapat sejumlah elemen yang akan mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin bulan ini. Pertama, keputusan dari The Fed mengenai suku bunga yang, jika dipangkas, bisa menjadi pemicu besar untuk membawa harga crypto mendekati US$120.000.

Kedua, peningkatan aliran modal karena melemahnya dolar AS berpotensi memberikan dukungan baru bagi pasar crypto melalui peningkatan likuiditas global.

Faktor signifikan lainnya adalah perkembangan yang terjadi di kalangan institusional, di mana meningkatnya transaksi ETF Bitcoin spot menunjukkan bahwa minat dari investor institusi semakin tumbuh.

Selain itu, meskipun ada tekanan musiman yang dikenal sebagai “September effect”, tren pemulihan setelah penurunan di bulan Agustus dapat menjadi dasar untuk pergerakan positif yang mengangkat BTC ke atas US$115.000.

Harapan pasar juga diperkuat oleh fakta bahwa harga emas telah mencapai rekor tertinggi, yang menegaskan peran Bitcoin sebagai aset yang melindungi nilai. Kini, BTC tidak hanya dipertimbangkan sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai pilihan penyimpan nilai di situasi ketidakpastian ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!