Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru ke Rusia, Bidik LNG, Bank hingga Kripto

Sabtu, 20 September 2025 - 21:00 WIB
Sikap Hongaria dan Slovakia terhadap usulan terbaru masih belum jelas. Namun, sejak kembalinya Trump ke kursi kepresidenan, kedua negara itu cenderung mengikuti garis kebijakan Gedung Putih, termasuk dalam urusan energi dan hubungan dengan Moskow.

Selain sektor energi dan perbankan, rancangan sanksi juga mencakup pembatasan ekspor barang berteknologi ganda serta tindakan terhadap entitas luar Rusia yang membantu Moskow menghindari larangan perdagangan. Beberapa di antaranya berasal dari China, yang oleh Brussels dianggap sebagai “pendukung utama” mesin perang Rusia.

Meski demikian, Uni Eropa tidak mengakomodasi permintaan Trump yang mendesak pengenaan tarif besar, hingga 50–100 persen, terhadap produk asal China. Von der Leyen menekankan bahwa langkah Eropa difokuskan pada penyempurnaan sanksi agar lebih efektif menekan kemampuan Rusia membiayai perang.

"Analisis ekonomi kami jelas, sanksi yang ada telah memberi dampak serius pada perekonomian Rusia,” tegas von der Leyen. Ekonomi Rusia yang memanas kini berada di ambang batas."
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!