Kontribusi AI Diprediksi Capai Rp262.798 Triliun bagi Ekonomi Global
Jum'at, 26 September 2025 - 16:16 WIB
Dyna.Ai, perusahaan berbasis di Singapura, juga memperkenalkan berbagai produk seperti Agent Studio, Agent Store, TextGPT, VoiceGPT, hingga AvatarGPT. Teknologi tersebut dirancang untuk memudahkan perusahaan mengimplementasikan AI lintas platform dan bahasa dengan cepat serta efektif.
Baca Juga: Cara Edit Foto di Gemini AI, Bisa Tanpa Photoshop!
Komitmen Dyna.Ai terhadap pasar Indonesia ditunjukkan melalui ajang Dyna Day 2025 di Jakarta. Acara tersebut mempertemukan pemimpin industri teknologi finansial dan asuransi untuk membahas pemanfaatan agentic AI sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan juga meresmikan kantor cabang di Jakarta pada Juli 2025 yang difokuskan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi. Kehadiran kantor ini diharapkan memperkuat kerja sama dengan pelaku bisnis serta asosiasi di Indonesia guna mendorong produktivitas dan menciptakan pengalaman digital yang lebih bermakna.
"Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga manusia yang dilayani. AI memungkinkan respons yang tepat, adaptasi budaya, serta penciptaan nilai yang memperkuat kepercayaan dan kemitraan jangka panjang," pungkas Lawrence Lu.
Baca Juga: Cara Edit Foto di Gemini AI, Bisa Tanpa Photoshop!
Komitmen Dyna.Ai terhadap pasar Indonesia ditunjukkan melalui ajang Dyna Day 2025 di Jakarta. Acara tersebut mempertemukan pemimpin industri teknologi finansial dan asuransi untuk membahas pemanfaatan agentic AI sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan juga meresmikan kantor cabang di Jakarta pada Juli 2025 yang difokuskan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi. Kehadiran kantor ini diharapkan memperkuat kerja sama dengan pelaku bisnis serta asosiasi di Indonesia guna mendorong produktivitas dan menciptakan pengalaman digital yang lebih bermakna.
"Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga manusia yang dilayani. AI memungkinkan respons yang tepat, adaptasi budaya, serta penciptaan nilai yang memperkuat kepercayaan dan kemitraan jangka panjang," pungkas Lawrence Lu.
(nng)
Lihat Juga :