Indonesia Kukuhkan Posisi sebagai Hub Industri Furnitur Asia Tenggara

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:10 WIB
Pihaknya menargetkan lebih banyak partisipasi internasional dan paviliun nasional pada tahun mendatang. Senada dengan Koelnmesse, Direktur WAKENI, Rini Sumardi, menyebut kolaborasi pameran ini berhasil menyatukan seluruh mata rantai industri, mulai dari bahan baku mentah hingga solusi akhir. Sorotan utama acara terletak pada Re:Create Stage, yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai material sirkular, konsep desain multifungsi, hingga ekosistem material alternatif.

Program diskusi tersebut mendapat respons positif dari praktisi desain dan pelaku industri yang menilai sesi tersebut memberikan wawasan praktis serta nilai tambah signifikan bagi acara. Para peserta pameran juga menyoroti potensi besar Indonesia, tidak hanya sebagai pasar yang berkembang pesat, tetapi juga sebagai pintu gerbang utama menuju Asia Tenggara.

Baca Juga: Mitra Binaan Bank Jatim Ikuti IFEX 2025, Tingkatkan Peluang Ekspor

Philipp Senft dari Lamello AG, misalnya, menilai pasar furnitur Indonesia kini menuntut investasi teknologi terbaru agar tetap kompetitif. Sementara itu, Aaron Boo dari Phyta Asia menekankan bahwa acara ini efektif membuka peluang untuk bertemu calon pelanggan dan mitra potensial di pasar regional.

Dengan keberhasilan debut ini, Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertemuan industri furnitur, desain, perangkat keras, dan pengerjaan kayu. Interzum Jakarta, IHFI, serta IFMAC & WOODMAC dijadwalkan kembali pada 23–26 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!