Pemerintah Bentuk Indonesia Salt Institute, Target Swasembada Garam di 2027

Rabu, 08 Oktober 2025 - 13:07 WIB
Struktur awal lembaga tersebut akan melibatkan sejumlah tokoh strategis. Di jajaran Board of Advisors akan bergabung Rachmat Pambudy, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Direktur PT Garam, Abraham Mose. Adapun posisi Board of Directors akan diisi oleh Prof. Michael Gautama, Prof. Suhaedi, dan Dr. Y. Paonganan.

Rachmat menjelaskan, garam memiliki potensi ekonomi yang jauh melampaui kebutuhan rumah tangga. Selain sebagai bahan konsumsi, garam dapat diolah menjadi bahan baku industri kosmetik, farmasi, hingga komponen baterai. "Kita ingin mengembangkan garam yang bisa dipakai di bidang kedokteran, industri, dan produk bernilai tinggi lainnya, bukan hanya garam krosok," ujarnya.

Pemerintah menggandeng K-Utec Salt Technology Germany, PT Garam, serta sejumlah pemerintah daerah dalam pengembangan lahan garam dan peningkatan kualitas produksi. Kerja sama itu mencakup wilayah Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Utara di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Gresik di Jawa Timur.

Langkah pembentukan institut ini dilakukan di tengah masih lebarnya kesenjangan antara produksi dan kebutuhan garam nasional. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, produksi garam tahun 2023 mencapai 2,5 juta ton, melebihi target 1,7 juta ton. Namun kebutuhan dalam negeri masih berkisar 4,9 hingga 5 juta ton per tahun, sebagian besar untuk industri.

Baca Juga: Pemerintah Buka Kembali Keran Impor Garam Sampai 2027, Ini Alasannya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!