Operasional Membaik, Garuda Indonesia Optimistis Raup Untung di 2026

Selasa, 14 Oktober 2025 - 23:23 WIB
Untuk menguasai pasar, tak ada pilihan kecuali Garuda Indonesia harus menambah armada. Sebagai gambaran saja, jumlah pesawat Garuda Indonesia sebelum pandemi COVID-19, mencapai 140 unit. Namun kini tersisa 50% saja, atau 70 unit pesawat yang beroperasi.

Wamildan mengatakan, Garuda Indonesia dan Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, perlu menambah armada hingga 120 unit. Tambahan pesawat sebanyak itu bisa didapat dari sewa atau beli.

Jika membeli, ada masalah dengan supply chain yang membuat pesawat pesanan baru rampung sekitar 6-7 tahun. Beda dengan sewa yang bisa lebih cepat.

"Sedangkan kalau sewa ke lessor, lebih visible. Karena bisa lebih cepat. Itu menjadi salah satu opsi dari Garuda Indonesia untuk menambah armada," papar Wamildan.

Lalu dari mana dana untuk menambah 120 pesawat? Wamildan menyebut Danantara Indonesia sangat mensupport proses 'tinggal landas' Garuda Indonesia. Tahap awal, Danantara telah menggelontorkan dana pinjaman sebesar Rp6,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk perawatan atau maintenance pesawat.

"Alhamdulillah support dari presiden sangat besar, termasuk dukungan Danantara, lewat dua tahap. Pertama, berupa pinjaman. Sudah dilaksanakan sebesar Rp6,6 triliun untuk maintenance pesawat. Dananya sudah terserap," imbuhnya.

Tahap kedua, lanjut Wamildan, Danantara siap membenamkan modal ke Garuda Indonesia Group. Terkait angkanya, masih terus difinalisasi antara Garuda Indonesia dengan Danantara. "Targetnya, ekuitas Garuda Indonesia bisa positif di akhir tahun ini," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!