Rekor Tertinggi, Defisit Anggaran AS Mencapai Rp44.700 Triliun
Senin, 14 September 2020 - 05:32 WIB
Pada Juni lalu dalam sidang di Washington, Gubernur The Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell sempat mengatakan anggaran belanja pemerintah tidak berkelanjutan (Unsustainable). Tapi Ia mengatakan, menekan angka shortfall tidak seharusnya menjadi prioritas jika melihat kondisi perekonomian negara saat ini.
Ekonomi AS menyusut lebih dari 30% (year on year/yoy) dalam periode April-Juni, untuk menjadi kontraksi kuartalan terburuk dalam sejarah AS. Data menunjukkan pemutusan hubungan kerja dan penutupan bisnis terus berlanjut.
Sekitar 30 juta orang atau setara 20% dari angkatan kerja Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran meski kegiatan perekonomian mulai dibuka. Hal ini berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis minggu ini.
Ekonomi AS menyusut lebih dari 30% (year on year/yoy) dalam periode April-Juni, untuk menjadi kontraksi kuartalan terburuk dalam sejarah AS. Data menunjukkan pemutusan hubungan kerja dan penutupan bisnis terus berlanjut.
Sekitar 30 juta orang atau setara 20% dari angkatan kerja Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran meski kegiatan perekonomian mulai dibuka. Hal ini berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis minggu ini.
(akr)
Lihat Juga :