ESG Tak Lagi Sebatas Kewajiban, Kini Inti Strategi Bisnis Berkelanjutan dan Bernilai Panjang

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:21 WIB
Sektor terdepan yakni energi, jasa keuangan, dan material. Apa yang menjadi pendorong utama dan survei ini disebutkan yaitu kepatuhan regulasi, tanggung jawab lingkungan, dan keselarasan nilai perusahaan.

Data ini menegaskan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia telah mulai membangun kerangka ESG yang lebih terintegrasi dan strategis. Sebagian besar organisasi kini memperkuat kapasitas internal dan memperbarui kebijakan untuk memenuhi standar baru. 46% di antaranya telah memiliki pimpinan senior yang secara khusus bertanggung jawab atas strategi keberlanjutan.

“Perusahaan di Indonesia semakin menyadari bahwa ESG bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk masa depan yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Managing Partner, Governance Risk Control & Technology Consulting RSM Indonesia, Angela Simatupang.

“ESG adalah imperatif strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang. Dengan berinvestasi pada teknologi, pelatihan, dan tata kelola, perusahaan dapat mengubah tantangan regulasi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan," sambungnya.

Angela menambahkan, hasil survei ini mencerminkan perubahan cara pandang dunia usaha terhadap keberlanjutan-dari sekadar pelaporan menjadi strategi bisnis yang menciptakan nilai dan daya saing.

Menyoroti aspek tata kelola, Partner, Governance Risk & Control, RSM Indonesia, Gede Adhi Wijana menjelaskan “Keberhasilan ESG tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi pada bagaimana organisasi membangun kepercayaan melalui sinergi antara manusia, kebijakan, dan teknologi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!