Ekspatriat Bakal Pimpin BUMN, Bennix: Asal Dia Bisa Tangkap Tikus, Hire Aja!

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 16:17 WIB
Selain membuka kepemimpinan untuk ekspatriat, Prabowo juga berencana melakukan rasionalisasi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 200 agar lebih ramping dan efisien. Langkah ini diharapkan meningkatkan profitabilitas dan daya saing BUMN di kancah global.

Kebijakan ini memunculkan diskusi luas di kalangan publik, terutama terkait isu kedaulatan ekonomi dan nasionalisme. Namun, banyak kalangan bisnis menilai, kebijakan tersebut merupakan terobosan penting agar BUMN tidak lagi terjebak dalam pola birokratis dan politis yang mengekang profesionalisme.

Baca Juga: Gagal dalam Pengawasan Pinjol, Bennix: OJK Harus Dirombak Total

Benny menilai, pandangan semacam itu perlu disikapi secara terbuka. "Kalau memang belum ahli, ya belajar dari yang lebih ahli. Kita bayar mereka bukan untuk selamanya, tapi untuk mentransfer kemampuan supaya kita bisa mandiri. Itu namanya investasi pengetahuan," tegasnya.

Ia berharap, kebijakan baru ini diiringi sistem rekrutmen yang transparan dan berbasis kinerja agar tujuan modernisasi BUMN benar-benar tercapai. "Intinya sederhana, asal dia bisa tangkap tikus, hire aja!" pungkas Benny.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!