KPI Dorong Inovasi dan Kembangkan Bisnis Low Carbon
Kamis, 20 November 2025 - 18:51 WIB
KPI juga telah mengembangkan Green Refinery yang dapat mengolah bahan baku limbah, salah satunya adalah Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah, menjadi bahan bakar. Proses produksinya dilakukan di Kilang Cilacap, dan rencananya akan dikembangkan di Kilang Dumai dan Balongan.
Avtur berbasis minyak jelantah itu telah digunakan untuk penerbangan pesawat Pelita Air Services dengan rute Jakarta-Denpasar pada Agustus lalu. Capaian ini, tegas dia, merupakan bentuk transformasi energi, sekaligus langkah strategis dalam transisi menuju energi rendah karbon di Indonesia.
Produk Pertamina SAF juga telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091. Pencapaian ini menjadikan Pertamina SAF sebagai produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang bersertifikat resmi. "Kami sedang menyiapkan unit produksi baru di Kilang Cilacap untuk produksi SAF, pasarnya bisa dari dalam negeri maupun luar negeri," imbuhnya.
Baca Juga: Dukung Transisi Energi, KPI Kembangkan Kilang Hijau hingga Produksi Biofuel
Untuk tahap awal, papar dia, kapasitas produksi ditargetkan sebesar 9 metric barrel dengan komposisi 2–3% UCO. Produksi Pertamina SAF berbahan baku ini juga menjadi kelanjutan cerita sukses KPI dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Beragam strategi yang dijalankan KPI, jelas dia, tidak hanya akan mempercepat transisi energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional. Prayitno mengungkapkan langkah tersebut memiliki multiplier effect, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan bertambahnya nilai tambah di dalam negeri.
Avtur berbasis minyak jelantah itu telah digunakan untuk penerbangan pesawat Pelita Air Services dengan rute Jakarta-Denpasar pada Agustus lalu. Capaian ini, tegas dia, merupakan bentuk transformasi energi, sekaligus langkah strategis dalam transisi menuju energi rendah karbon di Indonesia.
Produk Pertamina SAF juga telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091. Pencapaian ini menjadikan Pertamina SAF sebagai produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang bersertifikat resmi. "Kami sedang menyiapkan unit produksi baru di Kilang Cilacap untuk produksi SAF, pasarnya bisa dari dalam negeri maupun luar negeri," imbuhnya.
Baca Juga: Dukung Transisi Energi, KPI Kembangkan Kilang Hijau hingga Produksi Biofuel
Untuk tahap awal, papar dia, kapasitas produksi ditargetkan sebesar 9 metric barrel dengan komposisi 2–3% UCO. Produksi Pertamina SAF berbahan baku ini juga menjadi kelanjutan cerita sukses KPI dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Beragam strategi yang dijalankan KPI, jelas dia, tidak hanya akan mempercepat transisi energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional. Prayitno mengungkapkan langkah tersebut memiliki multiplier effect, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan bertambahnya nilai tambah di dalam negeri.
Lihat Juga :