KPI Dorong Inovasi dan Kembangkan Bisnis Low Carbon

Kamis, 20 November 2025 - 18:51 WIB
Pada acara yang sama, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan bahwa strategi yang dijalankan KPI menunjukkan bahwa upaya hilirisasi telah dilakukan Kilang Pertamina jauh sebelum terbitnya aturan mengenai hilirisasi. "Sebelum ada regulasi hilirisasi, teman-teman di Kilang Pertamina rupanya sudah melakukannya," kata dia.

Di sisi lain, lanjut Komaidi, tren global menunjukkan bisnis kilang mengalami pertumbuhan. Kapasitas kilang secara global bertambah, namun produknya bergeser ke petrokimia. Namun di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menurut Komaidi, produk kilang masih didominasi BBM.

Terkait pengembangan kilang di dalam negeri, Komaidi menilai ada beberapa tantangan, di antaranya kompleksitas yang cukup tinggi, serta investasi yang besar. Kompleksitas pembangunan kilang bisa menurutnya bisa 10-15 kali lipat lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.

Di sisi lain, kilang yang dikelola BUMN di dalam negeri lebih diarahkan untuk memproduksi bahan bakar, yang marjinnya kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan petrokimia. Karena itu, kata dia, untuk mendorong percepatan pengembangan kilang, pemerintah perlu memberikan dukungan bagi badan usaha.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!