UMKM yang Diberi Stimulus Harus Dibebaskan dari Persyaratan Njlimet
Selasa, 15 September 2020 - 21:11 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, seretnya pendapatan untuk usaha menengah dan kecil mau tak mau harus didorong melalui bantuan pemerintah.Bantuan tersebut bisa berupa stimulus langsung kepada UMKM ataupun kepada masyarakat kelas menengah lain yang terdampak pandemi.
“Jadi, UMKM diberi stimulus, minimal untuk bertahan. Kemudian masyarakatnya yang terdampak, baik itu yang kena PHK maupun pemotongan gaji,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/9/2020). ( Baca juga:Mau Lolos Program Kartu PraKerja? Email dan Nomor Ponsel Harus Selalu Aktif )
Menurutnya, UMKM yang diberi stimulus harus dibebaskan dari persyaratan yang njlimet. Dia beralasan, UMKM butuh dana segar yang cepat untuk bertahan dari sempitnya pembeli. Di sisi lain, masyarakat juga harus didorong untuk menggerakkan daya beli.
“Persoalannya daya beli ini kan agak susah, kalau masih terdampak. Mereka yang gajinya dipangkas, belom lagi mereka yang terkena PHK. Jadi solusi sementara ya melalui bantuan langsung tunai,” ucapnya.
“Jadi, UMKM diberi stimulus, minimal untuk bertahan. Kemudian masyarakatnya yang terdampak, baik itu yang kena PHK maupun pemotongan gaji,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/9/2020). ( Baca juga:Mau Lolos Program Kartu PraKerja? Email dan Nomor Ponsel Harus Selalu Aktif )
Menurutnya, UMKM yang diberi stimulus harus dibebaskan dari persyaratan yang njlimet. Dia beralasan, UMKM butuh dana segar yang cepat untuk bertahan dari sempitnya pembeli. Di sisi lain, masyarakat juga harus didorong untuk menggerakkan daya beli.
“Persoalannya daya beli ini kan agak susah, kalau masih terdampak. Mereka yang gajinya dipangkas, belom lagi mereka yang terkena PHK. Jadi solusi sementara ya melalui bantuan langsung tunai,” ucapnya.
Lihat Juga :