Ekspor ke Malaysia, Indonesia Perkuat Kontribusi Industri Pangan ke Pasar Global
Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:24 WIB
Pada pelepasan ekspor kali ini, LNK secara resmi melepas pengiriman produk ke Malaysia dan beberapa negara lain senilai USD 1,5 juta. Produk yang diekspor meliputi krimer nabati, bubuk tinggi serat FiberCreme, bubuk kelapa, whip cream, serta berbagai bahan pangan fungsional lainnya yang digunakan oleh industri makanan dan minuman global.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri bersama jajaran, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dan direksi PT Lautan Natural Krimerindo
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal pertama tahun 2025 memberikan kontribusi sebesar 7,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyumbang 72,2% terhadap PDB industri nonmigas. Angka ini menegaskan peran strategis industri pangan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.
LNK sebagai salah satu perusahaan di industri pangan yang berkomitmen terhadap inovasi dan kualitas produk sudah mendapatkan pengakuan internasional. LNK tercatat sebagai Winner of World Food Innovation Awards 2024 kategori Best Health Innovation oleh FoodBev Media, serta menjadi Finalist World Coffee Innovation Awards 2025 dan Finalist Top Innovative Product 2025 by Thaifex Horec Innovation Award.
Di tingkat nasional, LNK juga menerima Penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan untuk kategori Ekspor Produk Inovatif melalui FiberCreme. Produk yang enak bisa sehat ini sudah mendapatkan paten di Indonesia dan Amerika.
Dalam menembus pasar global, eksportir Indonesia pada umumnya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perbedaan regulasi dan standar mutu di negara tujuan hingga kebijakan bea masuk. Ini dapat memengaruhi daya saing produk Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri bersama jajaran, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dan direksi PT Lautan Natural Krimerindo
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal pertama tahun 2025 memberikan kontribusi sebesar 7,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyumbang 72,2% terhadap PDB industri nonmigas. Angka ini menegaskan peran strategis industri pangan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.
LNK sebagai salah satu perusahaan di industri pangan yang berkomitmen terhadap inovasi dan kualitas produk sudah mendapatkan pengakuan internasional. LNK tercatat sebagai Winner of World Food Innovation Awards 2024 kategori Best Health Innovation oleh FoodBev Media, serta menjadi Finalist World Coffee Innovation Awards 2025 dan Finalist Top Innovative Product 2025 by Thaifex Horec Innovation Award.
Di tingkat nasional, LNK juga menerima Penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan untuk kategori Ekspor Produk Inovatif melalui FiberCreme. Produk yang enak bisa sehat ini sudah mendapatkan paten di Indonesia dan Amerika.
Dalam menembus pasar global, eksportir Indonesia pada umumnya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perbedaan regulasi dan standar mutu di negara tujuan hingga kebijakan bea masuk. Ini dapat memengaruhi daya saing produk Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Lihat Juga :