Usai IPO, Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp122,4 Miliar
Minggu, 21 Desember 2025 - 19:48 WIB
Pertumbuhan intermediasi tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 149 persen YoY menjadi Rp11,0 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 58 persen YoY mencapai Rp9,3 triliun. Kondisi ini turut mendorong total aset Superbank tumbuh 69 persen YoY menjadi Rp18,0 triliun per akhir November 2025.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari lima juta nasabah. Seiring peningkatan basis nasabah, rata-rata transaksi harian telah melampaui satu juta transaksi per hari, dengan lonjakan lebih dari 40 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Superbank Bukukan Laba Bersih Rp60,1 Miliar di Kuartal III-2025
Sejalan dengan penguatan kinerja dan permodalan, Superbank telah memenuhi kriteria Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah melantai di bursa. Dengan modal inti yang kini melampaui Rp6 triliun, perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas skala usaha dan memasuki fase pertumbuhan berikutnya sebagai perusahaan publik.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari lima juta nasabah. Seiring peningkatan basis nasabah, rata-rata transaksi harian telah melampaui satu juta transaksi per hari, dengan lonjakan lebih dari 40 persen pada kuartal III 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Superbank Bukukan Laba Bersih Rp60,1 Miliar di Kuartal III-2025
Sejalan dengan penguatan kinerja dan permodalan, Superbank telah memenuhi kriteria Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah melantai di bursa. Dengan modal inti yang kini melampaui Rp6 triliun, perseroan memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas skala usaha dan memasuki fase pertumbuhan berikutnya sebagai perusahaan publik.
(nng)
Lihat Juga :