Menjaga Energi, Merawat Harapan: Kesiapan Pertamina Patra Niaga Periode Nataru 2025/2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:51 WIB
Menjelang Nataru, perusahaan menyiapkan empat pilar layanan utama: memastikan ketersediaan energi di SPBU dan pangkalan LPG, kesiapan terminal dan sarana distribusi, layanan untuk avtur penerbangan dan kapal laut, serta layanan khusus di wilayah-wilayah atensi.

“Masa siaga Natal dan Tahun Baru ini tantangannya selalu berbeda setiap tahun. Tahun ini, kami melihat tren kebutuhan BBM meningkat, bersamaan dengan cuaca ekstrem yang terjadi merata di banyak wilayah. Karena itu, mitigasi risiko menjadi fokus utama, terutama untuk wilayah-wilayah terpencil,” kata Mars Ega.

Gotong Royong SDM dan Satgas Lintas Fungsi

Kesiapan tersebut ditopang oleh pembentukan Satgas Nataru yang melibatkan sumber daya manusia lintas fungsi di Pertamina Group. Tidak hanya unit distribusi dan penjualan, tetapi juga seluruh elemen pendukung yang bekerja secara gotong royong untuk memastikan layanan energi tetap berjalan.

“Satgas ini lintas departemen. Semua sumber daya yang kami miliki bahu-membahu untuk menyukseskan pelayanan kepada masyarakat dan negara,” ujar Mars Ega dalam wawancara terpisah.

Menurutnya, keterlibatan pengemudi ojek online dalam program berbagi juga berangkat dari pengakuan terhadap loyalitas mereka sebagai konsumen energi Pertamina. “Mereka adalah segmen konsumen yang sangat loyal. Hari ini kami memberikan apresiasi, bukan hanya kepada pengemudinya, tetapi juga kepada anak-anak mereka,” katanya.

Memastikan Pasokan di Tengah Ujian Wilayah

Kesiapsiagaan Pertamina Patra Niaga juga diuji di wilayah-wilayah yang terdampak bencana, terutama di Sumatera. Mars Ega menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kota-kota besar.

“Kami tidak hanya memikirkan Jakarta atau Surabaya. Kami memikirkan seluruh wilayah Indonesia, terutama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian di Sumatera,” ujarnya.

Untuk memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga mengerahkan puluhan mobil tangki lintas wilayah, mengaktifkan moda transportasi laut dengan kapal ro-ro, hingga menyiapkan skema distribusi alternatif bagi daerah yang akses daratnya terputus. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan BBM, LPG, dan energi lainnya di tengah kondisi darurat.

Regulator: Stok Aman dan Distribusi Terkendali

Dari sisi regulator, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi stok dan distribusi BBM dalam keadaan aman. “Untuk wilayah Jawa Timur hingga NTT, stok BBM berada di kisaran 13 hingga 18 hari, tergantung jenis produknya. Pengiriman berjalan kontinu, baik melalui pipa maupun kapal, dan tidak ada gangguan signifikan,” ujar Wahyudi Anas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!