Rupiah Terkapar Sentuh Rp16.896 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Kamis, 15 Januari 2026 - 16:40 WIB
Kemudian dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Trump mengatakan, dia tidak berencana untuk memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meskipun ada penyelidikan yang sedang berlangsung. Komentar Trump meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS.
Sementara itu Laporan Indeks Harga Produsen (PPI) di AS untuk bulan Oktober menunjukkan bahwa harga produsen jauh dari target 2% Fed, namun para pedagang tetap yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada tahun 2026.
Data lebih lanjut mengungkapkan bahwa Penjualan Ritel melebihi perkiraan, sebuah indikasi bahwa rumah tangga Amerika meningkatkan pengeluaran, sebagian besar untuk kendaraan bermotor dan lainnya.
Hari ini fokus pasar adalah Klaim Pengangguran Awal untuk minggu yang berakhir pada 10 Januari, dengan perkiraan bahwa 215.000 warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran, di atas 208.000 yang terlihat pada minggu sebelumnya.
Dari sentimen domestik, konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan didominasi oleh kelas menengah. Namun kelas menengah di Indonesia mengalami kondisi tertekan dan bergerak menuju ke kelompok rentan.
Baca Juga: Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Anda Nggak Usah Takut
Sementara itu Laporan Indeks Harga Produsen (PPI) di AS untuk bulan Oktober menunjukkan bahwa harga produsen jauh dari target 2% Fed, namun para pedagang tetap yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada tahun 2026.
Data lebih lanjut mengungkapkan bahwa Penjualan Ritel melebihi perkiraan, sebuah indikasi bahwa rumah tangga Amerika meningkatkan pengeluaran, sebagian besar untuk kendaraan bermotor dan lainnya.
Hari ini fokus pasar adalah Klaim Pengangguran Awal untuk minggu yang berakhir pada 10 Januari, dengan perkiraan bahwa 215.000 warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran, di atas 208.000 yang terlihat pada minggu sebelumnya.
Dari sentimen domestik, konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan didominasi oleh kelas menengah. Namun kelas menengah di Indonesia mengalami kondisi tertekan dan bergerak menuju ke kelompok rentan.
Baca Juga: Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya: Anda Nggak Usah Takut
Lihat Juga :