Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Klaim Efek ke Ekonomi Minim
Rabu, 21 Januari 2026 - 07:55 WIB
Menkeu Purbaya memberikan penilaian menenangkan terkait pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penilaian menenangkan terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.000 per dolar AS . Menurut Menkeu, depresiasi mata uang Garuda saat ini masih dalam batas yang wajar secara persentase dan belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Purbaya menekankan bahwa sistem keuangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang terjaga dengan baik. Baca Juga: Rupiah Ambruk tapi IHSG dan Emas Cetak Rekor, Ada Apa?
“Kalau pelemahan dilihat dari persentase kan sedikit dibanding level sebelumnya. Jadi harusnya sistem kita terjaga. Jadi kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimum,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1).
Menkeu menjelaskan, bahwa pelemahan Rupiah sekitar 2 hingga 3% secara year-to-date (ytd) masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi. Ia menyoroti fenomena di pasar modal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan investor dan arus modal asing masih terus mengalir masuk ke Indonesia.
Purbaya menekankan bahwa sistem keuangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang terjaga dengan baik. Baca Juga: Rupiah Ambruk tapi IHSG dan Emas Cetak Rekor, Ada Apa?
“Kalau pelemahan dilihat dari persentase kan sedikit dibanding level sebelumnya. Jadi harusnya sistem kita terjaga. Jadi kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimum,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1).
Menkeu menjelaskan, bahwa pelemahan Rupiah sekitar 2 hingga 3% secara year-to-date (ytd) masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi. Ia menyoroti fenomena di pasar modal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan investor dan arus modal asing masih terus mengalir masuk ke Indonesia.
Lihat Juga :