Utang Negara Uni Eropa Makin Gendut di Tengah Peningkatan Belanja Militer Rp7.538 Triliun

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:03 WIB
Angka ini menandai kebalikan dari periode penurunan tingkat utang pasca-pandemi, menunjukkan bahwa keuangan blok Uni Eropa kembali memburuk setelah pemerintah melakukan pinjaman secara besar-besaran selama krisis Covid-19 dan kemudian mulai mencoba memperbaiki anggaran.

Beban utang mencapai tingkat tertinggi di era modern pada sejumlah negara, seperti Prancis, Polandia, dan Rumania, yang masing-masing mencatatkan rasio sebesar 117,7%, 58,1%, dan 58,9%. Polandia dan Rumania mengalami kenaikan tahunan paling mencolok dimana untuk masing-masing sebesar 5 dan 5,5 poin secara persentase seperti dilansir RT.

Bagi warga biasa, utang pemerintah yang lebih tinggi sering kali berarti pemerintah harus menaikkan pajak atau mengurangi pengeluaran untuk layanan publik dan investasi guna mengelola beban dan membayar bunga.

Pejabat di Brussels secara tegas mengaitkan tekanan fiskal terbaru dengan kebutuhan militer. Menurut Komisi Eropa, “lingkungan strategis yang cepat memburuk,” seperti konflik Ukraina dan ancaman Rusia, memerlukan peningkatan signifikan dalam pengeluaran militer.

Rencana 'Readiness 2030' komisi ini dirancang untuk menambah 2 poin persentase pada rasio utang UE pada tahun 2028. Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Jadi Rp7.153 Triliun per November 2025
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!