Program Biodiesel Industri Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Jum'at, 06 Februari 2026 - 17:51 WIB
Berdasarkan data Direktorat Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, kapasitas terpasang industri biodiesel tahun ini mencapai 22 juta kiloliter dengan alokasi penyaluran sebesar 16,5 juta kiloliter. Pada 2025, realisasi penyaluran telah mencapai hampir 15 juta kiloliter atau menyentuh angka 96 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, menyatakan keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin implementasi biodiesel di tingkat global. Program B40 sendiri telah menyerap sekitar 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir serta memberikan penghematan devisa tambahan sekitar Rp140 triliun pada tahun lalu.
Baca Juga: Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak 102,23%, Total Nilainya Tembus USD24,42 Miliar
Dari sisi produsen, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkomitmen meningkatkan produktivitas melalui program peremajaan sawit rakyat (replanting) dan inovasi riset. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan baku di tengah rencana peningkatan bauran energi di masa depan.
Keberlanjutan ekosistem sawit ini turut didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang mengelola dana pungutan ekspor untuk insentif, riset, hingga beasiswa. Hingga akhir 2025, BPDP telah menyalurkan dukungan insentif untuk sektor PSO mencapai 6,9 juta kiloliter dengan nilai sekitar Rp35,5 triliun demi menjaga kelangsungan program biodiesel nasional.
Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, menyatakan keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin implementasi biodiesel di tingkat global. Program B40 sendiri telah menyerap sekitar 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir serta memberikan penghematan devisa tambahan sekitar Rp140 triliun pada tahun lalu.
Baca Juga: Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak 102,23%, Total Nilainya Tembus USD24,42 Miliar
Dari sisi produsen, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkomitmen meningkatkan produktivitas melalui program peremajaan sawit rakyat (replanting) dan inovasi riset. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan baku di tengah rencana peningkatan bauran energi di masa depan.
Keberlanjutan ekosistem sawit ini turut didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang mengelola dana pungutan ekspor untuk insentif, riset, hingga beasiswa. Hingga akhir 2025, BPDP telah menyalurkan dukungan insentif untuk sektor PSO mencapai 6,9 juta kiloliter dengan nilai sekitar Rp35,5 triliun demi menjaga kelangsungan program biodiesel nasional.
(nng)
Lihat Juga :