Rupiah Balik Melawan Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.786 per USD

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:35 WIB
Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini untuk menopang pertumbuhan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena anggapan ini, sementara dolar kesulitan untuk pulih dari kerugian besar yang tercatat pada hari Senin.

Kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa pembicaraan nuklir dengan AS memungkinkan Teheran untuk mengukur keseriusan Washington dan menunjukkan konsensus yang cukup untuk melanjutkan jalur diplomatik.

Para diplomat dari Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Oman pekan lalu dalam upaya untuk menghidupkan kembali diplomasi, setelah Presiden AS Donald Trump menempatkan armada angkatan laut di wilayah tersebut, meningkatkan kekhawatiran akan aksi militer baru.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah, bahkan ketika Washington dan Teheran bersiap untuk melanjutkan negosiasi yang bertujuan untuk mencegah konflik baru.

Baca Juga: Dolar AS Terbebani Senjata Ekonomi Trump, Rupiah Membaik di Rp16.722/USD

Dari sentimen domestik, memasuki bulan Ramadan dan libur Idulfitri tahun 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan serta memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!