Merajut Ekosistem EV dari Kemayoran: Kemitraan SPKLU sebagai Jalan Masa Depan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:50 WIB

IIMS 2026 sebagai Titik Temu

Di booth PLN, informasi kemitraan dipaparkan secara terbuka. Badan usaha yang berminat dapat datang ke unit terdekat untuk membahas skema, kebutuhan jaringan listrik, fondasi, hingga pembagian pendapatan.

“Di awal kami jelaskan semua, disepakati, lalu dituangkan dalam perjanjian. Sehingga saat pembangunan, masing-masing pihak sudah tahu hak dan kewajibannya,” jelas Ronny.

Kehadiran PLN di IIMS 2026 menjadi etalase komitmen itu. Sejalan dengan branding PLN Mobile – Your EV Partner, perusahaan menegaskan bahwa platform digital tersebut adalah pintu utama seluruh layanan, termasuk ekosistem SPKLU.

Optimisme itu juga dirasakan pengunjung. Ivan Riyadi, salah satu pengunjung booth PLN, mengaku datang untuk mengurus penambahan daya dari 2.200 menjadi 7.700 VA.

“Yang menarik, PLN sudah menyediakan pemasangan charging untuk mobil. Menurut saya promonya bagus banget,” ujarnya.

Ia menilai suasana booth ramah keluarga. “Nyaman, friendly untuk anak-anak dan orang tua. Jadi betah untuk stay di sini,” katanya.

Bagi Ivan, masa depan memang mengarah ke listrik. “Karena ke depannya kayaknya orang akan lari ke listrik untuk mobil. Minyak makin ditinggalkan. Sekarang sih udah sangat bagus ya, penanganannya lebih cepat gitu. Setiap ada bencana, setiap ada masalah, responnya sangat cepat. Menurut saya udah bagus sih. PLN di IMS, terbaik,” tuturnya.

Menyemai Masa Depan

Dari Kemayoran, benang merahnya jelas: ekosistem EV tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta. Kemitraan SPKLU menjadi pintu masuk paling konkret.

“Harapan kami makin banyak mitra yang berminat sehingga pelayanan makin baik dan infrastruktur makin berimbang dengan jumlah kendaraan listrik,” tutup Ronny.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!