Pasar Verifikasi Identitas Global Diproyeksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2028

Jum'at, 20 Februari 2026 - 22:09 WIB
Melalui integrasi ini, perusahaan di berbagai belahan dunia dapat mengakses layanan autentikasi hingga tanda tangan digital dalam satu ekosistem yang terpadu. Inovasi ini menyederhanakan proses pengadaan infrastruktur identitas digital karena pelanggan dapat memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah ada dengan sistem penagihan tunggal.

Dalam operasionalnya, VIDA mengandalkan teknologi liveness detection untuk memastikan keaslian identitas berbasis biometrik secara akurat. Langkah ini krusial untuk membendung penyalahgunaan identitas sintetik, terutama ancaman teknologi deepfake yang kian marak digunakan dalam pembuatan akun palsu secara ilegal.

Saat ini, perusahaan telah memproses sekitar 2,5 juta data biometrik foto wajah untuk memperkuat sistem pertahanan siber para mitranya. Kehadiran layanan di platform cloud global diharapkan dapat membantu organisasi mengadopsi sistem identitas terverifikasi dengan lebih cepat dan fleksibel.

Baca Juga: OJK Sebut WNI di Kamboja Scammer, Menlu Instruksikan KBRI Phnom Penh Lakukan Verifikasi

Ekspansi ini menandai langkah strategis perusahaan nasional dalam bersaing di pasar teknologi global. Keandalan infrastruktur cloud yang dipadukan dengan standar keamanan internasional diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang lebih aman bagi bisnis berskala besar di masa depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!