Pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi RI-AS Dinilai Bisa Jadi Penentu Arah Ekonomi

Jum'at, 27 Februari 2026 - 18:58 WIB
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik bertajuk "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance". Penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan penandatanganan tersebut menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara. “Ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace,” kata Airlangga.

Dalam perjanjian tersebut, Indonesia dan Amerika sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan bersama, termasuk pembentukan Council of Trade and Investment sebagai forum penyelesaian isu perdagangan dan investasi. "Ini hasil daripada agreement of reciprocal trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam council of trade, apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara," jelasnya.

Airlangga menambahkan, perjanjian ini memiliki visi mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta tetap menjunjung tinggi kedaulatan masing-masing negara. "Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!