Listrik PLN Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang Bumi Dipasena
Kamis, 17 September 2020 - 21:20 WIB
Wagiran pun menambahkan, dari hasil panen kali keuntungan yang didapatnya bisa mencapai Rp150 juta. Hasil itu pun baru dari satu tambak.
Sebelumnya, petambak udang Dipasena menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. Wagiran menuturkan bahwa hadirnya listrik PLN memangkas biaya operasional, khususnya untuk pembelian BBM.
Biasanya dalam 1 bulan, biaya untuk membeli BBM guna keperluan genset mencapai 7 juta rupiah namun ketika menggunakan listrik PLN, kini biaya untuk keperluan listrik hanya Rp2 juta rupiah. Dengan kualitas listrik yang lebih baik dan murah otomatis meningkatkan keuntungan dari usahanya.
“Alhamdulillah dari panen kali ini bisa mendapat sekitar Rp150 juta. Ini hanya satu tambak ya, satu tambak lagi saya panen dini waktu umur 60 hari. Saya kurang teliti mengamati udang dari awal, telat ngincir, dan udang kurang oksigen akhirnya 1 tambak itu banyak yang mati,” ujar Wagiran.
Tidak jauh berbeda, Ketua P3UW Lampung, Suratman mengapresiasi upaya PLN yang sudah berhasil menerangi Bumi Dipasena.
Sebelumnya, petambak udang Dipasena menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. Wagiran menuturkan bahwa hadirnya listrik PLN memangkas biaya operasional, khususnya untuk pembelian BBM.
Biasanya dalam 1 bulan, biaya untuk membeli BBM guna keperluan genset mencapai 7 juta rupiah namun ketika menggunakan listrik PLN, kini biaya untuk keperluan listrik hanya Rp2 juta rupiah. Dengan kualitas listrik yang lebih baik dan murah otomatis meningkatkan keuntungan dari usahanya.
“Alhamdulillah dari panen kali ini bisa mendapat sekitar Rp150 juta. Ini hanya satu tambak ya, satu tambak lagi saya panen dini waktu umur 60 hari. Saya kurang teliti mengamati udang dari awal, telat ngincir, dan udang kurang oksigen akhirnya 1 tambak itu banyak yang mati,” ujar Wagiran.
Tidak jauh berbeda, Ketua P3UW Lampung, Suratman mengapresiasi upaya PLN yang sudah berhasil menerangi Bumi Dipasena.
Lihat Juga :