AS-Israel dan Iran Saling Serang, Harga Minyak Sempat ke Level Tertinggi 14 Bulan
Selasa, 03 Maret 2026 - 10:04 WIB
Lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz mengalami penurunan hungga 38-50%, menurut ekonom Yegor Susin. Dia memperkirakan, potensi kerugian minyak sebesar 200-300 juta barel jika gangguan berlangsung selama empat minggu, efaknya bisa mendorong harga sementara menjadi USD80-120 per barel.
Serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Presiden AS Donald Trump bahkan memprediksi konflik ini dapat berlangsung selama “empat hingga lima minggu,”.
Trump menekankan bahwa serangan akan terus berlanjut sampai tujuan Amerika tercapai. Sebagai informasi serangan AS-Iran telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Iran.
Teheran merespons dengan serangan udara terhadap Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS. Sebagai tanda eskalasi regional lebih lanjut, Hezbollah telah terlibat dengan melancarkan serangkaian serangan lintas batas terhadap posisi militer Israel. '
Kondisi tersebut memicu serangan udara balasan yang menargetkan infrastruktur dan situs komando kelompok bersenjata Lebanon itu.
Serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Presiden AS Donald Trump bahkan memprediksi konflik ini dapat berlangsung selama “empat hingga lima minggu,”.
Trump menekankan bahwa serangan akan terus berlanjut sampai tujuan Amerika tercapai. Sebagai informasi serangan AS-Iran telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Iran.
Teheran merespons dengan serangan udara terhadap Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS. Sebagai tanda eskalasi regional lebih lanjut, Hezbollah telah terlibat dengan melancarkan serangkaian serangan lintas batas terhadap posisi militer Israel. '
Kondisi tersebut memicu serangan udara balasan yang menargetkan infrastruktur dan situs komando kelompok bersenjata Lebanon itu.
(akr)
Lihat Juga :