Harga Minyak Tembus USD100 per Barel, Ini 7 Rekor Lonjakan Terburuk dalam Sejarah Dunia

Senin, 09 Maret 2026 - 13:13 WIB
Ketika revolusi menggulingkan Shah Iran pada 1979, produksi minyak negara tersebut langsung anjlok. Pasar energi panik. Harga minyak melonjak dari sekitar USD15 menjadi hampir USD40 per barel hanya dalam waktu singkat. Krisis ini memicu inflasi tinggi di Amerika Serikat dan Eropa.

3. 1973: Embargo Minyak OPEC Mengguncang Barat

Pada 1973, negara-negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries memberlakukan embargo minyak terhadap negara Barat yang mendukung Israel dalam Yom Kippur War. Akibatnya harga minyak melonjak empat kali lipat, dari USD3 menjadi USD12 per barel. Krisis ini membuat banyak negara Barat membangun cadangan minyak strategis untuk pertama kalinya.

4. 2022: Perang Rusia–Ukraina Mengguncang Pasar Energi

Invasi Rusia ke Ukraina membuat pasar minyak kembali berguncang. Harga minyak Brent melonjak hingga sekitar USD130 per barel, tertinggi sejak 2008. Sanksi Barat terhadap Rusia salah satu produsen minyak terbesar dunia membuat pasokan energi global terancam.

5. 1990: Invasi Kuwait oleh Irak

Ketika Saddam Hussein memerintahkan invasi ke Kuwait pada Iraqi invasion of Kuwait, pasar minyak global langsung panik. Harga minyak melonjak hampir dua kali lipat dalam waktu singkat karena dua produsen besar dunia terlibat konflik langsung. Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!