Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Sabtu, 04 April 2026 - 08:18 WIB
Kebijakan ini justru memberi kekuatan baru bagi Rusia di pasar energi. Berdasarkan data Bloomberg, penyulingan India menyepakati pembelian 60 juta barel minyak Rusia untuk pengiriman April dengan premi sebesar 5 USD hingga 15 USD per barel di atas harga Brent.
Kondisi tersebut merupakan pembalikan tajam dari situasi sebelumnya, di mana Moskow terpaksa memberikan diskon besar akibat sanksi penuh. Times of India melaporkan bahwa volume impor secara keseluruhan pada Maret meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan posisi pada Februari.
Financial Times memperkirakan Kremlin mampu meraup keuntungan pendapatan antara USD3,3 miliar hingga USD4,9 miliar pada akhir Maret. Sementara itu, peneliti dari Carnegie Russia Eurasia Center memprediksi keuntungan Moskow bisa menyentuh angka USD9 miliar per bulan seiring tingginya harga minyak jenis Urals.
Di sisi lain, upaya AS untuk menurunkan harga minyak dunia belum membuahkan hasil yang signifikan. Harga minyak Brent sempat melonjak mendekati USD120 per barel pada awal Maret dan tetap bertahan di atas level USD100 meskipun kebijakan pengecualian sanksi telah diberlakukan.
Baca Juga: Sudah Saatnya Iran Mendeklarasikan Kemenangan, Ini 3 Alasannya
Kondisi tersebut merupakan pembalikan tajam dari situasi sebelumnya, di mana Moskow terpaksa memberikan diskon besar akibat sanksi penuh. Times of India melaporkan bahwa volume impor secara keseluruhan pada Maret meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan posisi pada Februari.
Financial Times memperkirakan Kremlin mampu meraup keuntungan pendapatan antara USD3,3 miliar hingga USD4,9 miliar pada akhir Maret. Sementara itu, peneliti dari Carnegie Russia Eurasia Center memprediksi keuntungan Moskow bisa menyentuh angka USD9 miliar per bulan seiring tingginya harga minyak jenis Urals.
Di sisi lain, upaya AS untuk menurunkan harga minyak dunia belum membuahkan hasil yang signifikan. Harga minyak Brent sempat melonjak mendekati USD120 per barel pada awal Maret dan tetap bertahan di atas level USD100 meskipun kebijakan pengecualian sanksi telah diberlakukan.
Baca Juga: Sudah Saatnya Iran Mendeklarasikan Kemenangan, Ini 3 Alasannya
Lihat Juga :