Raksasa Migas AS Tumbang? Rugi Miliaran Dolar Akibat Perang Iran, Produksi Anjlok!
Jum'at, 10 April 2026 - 07:50 WIB
Blokade di Selat Hormuz menjadi batu sandungan utama bagi jalur distribusi Chevron ke pasar internasional. Jalur vital yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia tersebut kini menjadi area terlarang bagi pengiriman yang memiliki keterkaitan dengan negara-negara Barat.
Penurunan produksi dari raksasa migas AS ini diprediksi akan memperburuk situasi inflasi global. Para ekonom memperingatkan bahwa tingginya biaya energi yang berkepanjangan akan menghambat pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara-negara pengimpor bahan bakar (termasuk Indonesia).
Utusan khusus Kremlin, Kirill Dmitriev sebelumnya juga sempat memperingatkan bahwa pasar energi dunia tidak akan sembuh dalam semalam. "Pasar membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih dari guncangan ini, bahkan jika gencatan senjata mulai dilakukan," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :