Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari
Minggu, 12 April 2026 - 09:14 WIB
Dampak dari gangguan keamanan di kawasan Teluk ini sangat terasa pada pergerakan harga komoditas energi internasional. Harga minyak mentah WTI dilaporkan melonjak lebih dari 3 persen ke level USD97,87 per barel, sementara jenis Brent merangkak naik ke posisi USD95,92 per barel, menyusul terhentinya produksi sekitar 13 juta barel per hari dari para produsen di kawasan Teluk.
Baca Juga: Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius
Ironisnya, eskalasi serangan ini tetap terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran baru saja diumumkan pada 7 April 2026. Situasi semakin keruh setelah Kuwait melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) baru yang menyasar infrastruktur minyak dan listrik mereka, yang mengindikasikan rapuhnya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Di sektor pangan, FAO mencatat indeks harga pangan global telah naik 2,4% secara bulanan, menandai kenaikan dalam dua bulan berturut-turut. Kenaikan harga energi yang tidak terkendali secara langsung mengerek biaya produksi input pertanian, terutama pupuk nitrogen yang harganya telah melambung hingga 32,4% sejak konflik bermula.
Baca Juga: Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius
Ironisnya, eskalasi serangan ini tetap terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran baru saja diumumkan pada 7 April 2026. Situasi semakin keruh setelah Kuwait melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) baru yang menyasar infrastruktur minyak dan listrik mereka, yang mengindikasikan rapuhnya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Di sektor pangan, FAO mencatat indeks harga pangan global telah naik 2,4% secara bulanan, menandai kenaikan dalam dua bulan berturut-turut. Kenaikan harga energi yang tidak terkendali secara langsung mengerek biaya produksi input pertanian, terutama pupuk nitrogen yang harganya telah melambung hingga 32,4% sejak konflik bermula.
(nng)
Lihat Juga :