Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.105 per Dolar AS

Senin, 13 April 2026 - 15:50 WIB
Blokade tersebut akan "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," demikian pernyataan yang dikeluarkan pada X.

Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran, dan informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum dimulainya blokade, demikian pernyataan tersebut.

Sebaliknya, Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas. Selain itu, data indeks harga konsumen yang dirilis pada hari Jumat, yang menunjukkan peningkatan tajam inflasi akibat kenaikan harga energi dari konflik Iran.

Angka tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Data indeks harga produsen untuk bulan Maret akan dirilis pada hari Selasa.

Dari sentimen domestik, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu (5,1 persen) namun lebih rendah dari target pemerintah (5,4 persen). Proyeksi tersebut masih dalam rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1 persen.

Meski prospek perekonomian Indonesia cenderung baik, ADB mewanti-wanti sejumlah risiko yang dapat mengganggu. Ketegangan geopolitik global yang belum mereda serta fluktuasi harga komoditas energi disebut masih menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!