Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan

Minggu, 19 April 2026 - 13:59 WIB
Bank Dunia mengaku sudah berdiskusi dengan negara-negara berkembang, termasuk negara kepulauan kecil yang tidak memiliki sumber daya energi alami, tentang mengaktifkan program-program tersebut.

Mengapa Selat Hormuz Begitu Penting

Selat Hormuz bukanlah sekadar jalur pelayaran, melainkan urat nadi kehidupan global. Berdasarkan data Atlantic Council, jalur ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari, dengan perkiraan 20 juta barel melintasi dua jalur laut searahnya setiap hari.

Pada tahun 2024, 84% pengiriman minyak mentah melalui Selat ini ditujukan untuk pasar Asia. China sendiri menerima sepertiga dari minyaknya melalui jalur ini, menurut Atlantic Council.

Sementara itu Eropa mendapatkan 12% hingga 14% gas alam cairnya dari Qatar melalui Selat ini. Tidak berhenti hanya di migas, tercatat 30% pupuk yang diperdagangkan secara internasional juga bergerak melaluinya.

Baca Juga: Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump



Sehingga gangguan pada Selat Hormuz dirasakan jauh melampaui pasar energi dan masuk ke rantai pasokan pangan, menurut Atlantic Council. Sejak penutupan Selat ini, harga minyak telah melonjak lebih dari 20% dan harga gas Eropa telah naik lebih dari 60%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!