Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya

Kamis, 30 April 2026 - 17:13 WIB
Perbedaan obligasi syariah dan obligasi konvensional selanjutnya adalah terkait penyelesaian sengketa atau masalah. Pada obligasi syariah, penyelesaian sengketa dilakukan melalui badan arbitrase syariah yang berwenang menyelesaikan sengketa ekonomi syariah di luar peradilan. Sedangkan untuk penyelesaian sengketa pada obligasi konvensional akan dilakukan sesuai aturan hukum perdata atau konvensional yang berlaku.

7.Pengawasan Aktivitas Investasi

Terakhir, perihal pengawasan aktivitas investasi pada obligasi syariah di Indonesia dilakukan secara berlapis. Utamanya, pengawasan aktivitas investasi obligasi syariah dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) sesuai fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terkait fungsinya, DPS menjamin kepatuhan prinsip syariah dari emisi sampai akhir masa obligasi, sedangkan OJK bertugas menjadi regulator di pasar modal Indonesia. Pada obligasi konvensional, pengawasan aktivitas investasinya hanya patuh terhadap regulasi resmi yang diberlakukan oleh OJK, misalnya aturan bunga, transparansi laporan finansial, dan pemeringkatan.

Cari Platform Investasi Obligasi Syariah? Cermati Invest Jawabannya!

Setelah mengetahui perbandingan obligasi syariah vs konvensional, Anda mungkin tertarik untuk berinvestasi di instrumen tersebut dan mencari platform yang tepat. Sebagai rekomendasi, Anda bisa memulai investasi obligasi syariah maupun konvensional di Cermati Invest .

Platform ini juga menyediakan beragam fitur yang mampu membantu investor obligasi dalam memilih produk. Jadi, rencana investasi obligasi pun bisa lebih mudah direalisasikan dengan memulai transaksinya di Cermati Invest.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!