Harga Minyak Dunia Tergantung Mood Trump! Naik-Turun Cuma Gara-gara Presiden AS Kurang Tidur
Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:18 WIB
Setelah harga minyak dunia naik ke level tertinggi 4 tahun, PM Slovakia, Robert Fico melontarkan kritik pedas kepada Trump yang memancing gelak tawa sekaligus kekhawatiran. Foto/Dok
JAKARTA - Setelah harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam empat tahun, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico justru melontarkan kritik pedas yang memancing gelak tawa sekaligus kekhawatiran. Fico menyebut bahwa harga minyak mentah global saat ini tidak lagi ditentukan oleh mekanisme pasar, melainkan oleh mood atau suasana hati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump .
Sindiran sarkastik ini muncul setelah harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dipicu oleh laporan bahwa militer AS tengah menyiapkan opsi serangan kilat ke Iran. Dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman ketidakpastian ekonomi yang ekstrem.
Dalam sebuah konferensi pers di Bratislava, Robert Fico tidak menahan diri untuk mengkritik dominasi kebijakan AS terhadap stabilitas energi dunia. “Semuanya sedang tertekan, termasuk harga minyak, tergantung bagaimana Presiden Trump bangun tidur,” ujar Fico di hadapan wartawan.
Baca Juga: Trump Ancam Blokade Iran Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak USD126 per Barel
Sindiran sarkastik ini muncul setelah harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dipicu oleh laporan bahwa militer AS tengah menyiapkan opsi serangan kilat ke Iran. Dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman ketidakpastian ekonomi yang ekstrem.
Dalam sebuah konferensi pers di Bratislava, Robert Fico tidak menahan diri untuk mengkritik dominasi kebijakan AS terhadap stabilitas energi dunia. “Semuanya sedang tertekan, termasuk harga minyak, tergantung bagaimana Presiden Trump bangun tidur,” ujar Fico di hadapan wartawan.
Baca Juga: Trump Ancam Blokade Iran Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak USD126 per Barel
Lihat Juga :