Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api

Sabtu, 09 Mei 2026 - 20:37 WIB
“Jadi kalau ditanya kenapa kok bisa jadi tabarakan malam itu? Kalau sementara ini analisaku adalah system sinyal error atau jika sinyal baik maka mungkin masinis lalai. Semboyan itu bahwasanya di petak itu ada kereta yang berhenti, karena merah pasti sinyalnya kalau tidak maka ada eror system,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Lokot, sebaiknya semua pihak bersabar menunggu hasil investigasi yang sedang dilakukan KNKT. Ini karena KNKT melakukan investigasi yang konprehensif dan profesional. Baca juga:

Kecelakaan Kereta Kembali Terjadi, Alarm Keras Benahi Perlintasan Sebidang!

Lokot juga mengingatkan untuk menjalankan amanat UU Perkeretaapian tentang perlintasan harus dibuat tidak sebidang. "DJKA bersama PT KA harus segera menyelesaikan seluruh perlintasan sebidang yang masih ada, apakah ditutup atau dilengkapi dengan pintu perlintasan yang dijaga, terserah lah, mulai saja dari perlintasan yang operasi kereta apinya berfrekwensi tinggi dan headway rendah," tandasnya.

Para petugas melakukan evakuasi KRL Commuterline pascakecelakaan di Bekasi Timur. Evaluasi menyeluruh penting dilakukan terkait upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pola operasinya. Foto/SindoNews/Yudistiro Pranoto
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!