Perkuat Transformasi Bisnis Berbasis AI, Perubahan Besar Dunia Advertising
Senin, 11 Mei 2026 - 17:42 WIB
“Selama bertahun-tahun, kita fokus membangun sistem untuk menjangkau audiens secara masif. Namun ke depan, pertanyaannya bukan lagi reach, melainkan bagaimana setiap interaksi bisa dikonversi menjadi revenue,” kata Laode.
“AI akan menjadi infrastruktur baru dalam cara bisnis beroperasi. Advertising tetap penting sebagai driver demand, tetapi AI adalah engine yang memastikan demand tersebut tidak terbuang, melainkan dikonversi secara optimal. Di situlah peran Cekat.AI menjadi krusial,” tutur dia lagi.
Cekat.AI didirikan oleh anak muda Indonesia yang melakukan riset AI di Amerika Serikat, yakni Matthew Sebastian dan Nicholas Alden Liem. Berawal dari riset mendalam tentang AI Agent, Cekat.AI kini berkembang menjadi platform yang membantu bisnis mengotomatisasi customer engagement, mempercepat conversion, dan mengubah leads menjadi revenue secara lebih efektif.
Platform ini telah digunakan oleh berbagai bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas interaksi pelanggan, mulai dari customer service hingga proses upselling dan pengelolaan leads.
Dengan bergabungnya Laode, Cekat.AI menargetkan percepatan adopsi AI di kalangan brand dan advertiser, khususnya dalam mengintegrasikan aktivitas advertising dengan sistem operasional berbasis AI. Ke depan, konvergensi antara advertising, data, dan AI diprediksi akan menjadi fondasi utama dalam membangun keunggulan kompetitif.
Langkah ini menjadi sinyal yang jelas, advertising tidak lagi cukup berdiri sendiri. Untuk bertahan dan bertumbuh, bisnis membutuhkan sistem yang mampu mengubah setiap interaksi menjadi nilai nyata. Di era AI-driven growth, revenue tidak lagi dihasilkan hanya dari exposure, tetapi dari bagaimana teknologi bekerja secara real-time untuk mengkonversinya.
“AI akan menjadi infrastruktur baru dalam cara bisnis beroperasi. Advertising tetap penting sebagai driver demand, tetapi AI adalah engine yang memastikan demand tersebut tidak terbuang, melainkan dikonversi secara optimal. Di situlah peran Cekat.AI menjadi krusial,” tutur dia lagi.
Cekat.AI didirikan oleh anak muda Indonesia yang melakukan riset AI di Amerika Serikat, yakni Matthew Sebastian dan Nicholas Alden Liem. Berawal dari riset mendalam tentang AI Agent, Cekat.AI kini berkembang menjadi platform yang membantu bisnis mengotomatisasi customer engagement, mempercepat conversion, dan mengubah leads menjadi revenue secara lebih efektif.
Platform ini telah digunakan oleh berbagai bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas interaksi pelanggan, mulai dari customer service hingga proses upselling dan pengelolaan leads.
Dengan bergabungnya Laode, Cekat.AI menargetkan percepatan adopsi AI di kalangan brand dan advertiser, khususnya dalam mengintegrasikan aktivitas advertising dengan sistem operasional berbasis AI. Ke depan, konvergensi antara advertising, data, dan AI diprediksi akan menjadi fondasi utama dalam membangun keunggulan kompetitif.
Langkah ini menjadi sinyal yang jelas, advertising tidak lagi cukup berdiri sendiri. Untuk bertahan dan bertumbuh, bisnis membutuhkan sistem yang mampu mengubah setiap interaksi menjadi nilai nyata. Di era AI-driven growth, revenue tidak lagi dihasilkan hanya dari exposure, tetapi dari bagaimana teknologi bekerja secara real-time untuk mengkonversinya.
(akr)
Lihat Juga :