Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:08 WIB
Ia mengatakan, Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.

Menurut Aryo, rare earth elements merupakan salah satu produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk masa depan industri global, terutama dalam mendukung transisi energi dan teknologi tinggi.

Beberapa unsur yang disebutkannya antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang dibutuhkan dalam berbagai perangkat teknologi dan industri energi. "Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka," ujarnya.

Aryo menilai Indonesia perlu mulai menguasai teknologi hilir berbasis timah, termasuk pengembangan solder untuk industri semikonduktor yang memerlukan formulasi campuran logam (alloy) dengan standar tinggi.

Menurut dia, pengembangan teknologi tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pasar luar negeri, melainkan harus didukung kapasitas riset domestik dan penguatan ekosistem nasional agar inovasi, kolaborasi industri, serta nilai tambah ekonomi tetap berada di Indonesia. "Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!