Rupiah Ambruk hingga Rp17.500 per Dolar AS, BI Buka Suara

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:55 WIB
Kepercayaan investor asing pun dinilai tetap solid dengan masuknya aliran modal (inflows) ke aset portofolio Indonesia, khususnya SBN dan SRBI, sebesar Rp61,6 triliun selama April. Guna meredam volatilitas, Bank Indonesia memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dengan mengoptimalkan berbagai instrumen operasi moneter. Destry menegaskan komitmen BI untuk selalu hadir di pasar.

"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah," papar Destry.

Baca Juga: Rupiah Kian Babak Belur, Dolar AS Kini Tembus Rp17.529

Dengan demikian, Bank Indonesia memperkirakan bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor yang bersifat temporal dan musiman. BI optimistis tekanan ini akan mereda seiring berjalannya waktu, sehingga nilai tukar dapat bergerak kembali ke level fundamentalnya. "BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," pungkas Destry.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!