Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219.000 Ton Pupuk Subsidi

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:41 WIB
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan bahan baku internasional, Petrokimia Gresik memperkuat strategi pengadaan melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur. Selain itu, perusahaan mengoptimalkan pasokan sulphuric acid dalam negeri serta mempercepat pengamanan kontrak jangka panjang untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan.

Daconi menjelaskan bahwa efektivitas distribusi tahun ini juga didukung oleh penyederhanaan tata kelola melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan menjadi Perpres 113/2025. Regulasi baru ini memangkas 145 aturan menjadi satu peraturan induk guna mempercepat akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Dampak positif kebijakan tersebut terlihat dari realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 yang mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahunan sebesar 9,85 juta ton. Capaian ini tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain memastikan ketersediaan, Pupuk Indonesia Group juga melakukan pengawasan ketat terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini menyusul kebijakan Pemerintah yang telah menurunkan HET sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi sebagai bentuk dukungan nyata bagi kesejahteraan petani.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton, Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!