Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS di Pasar Internasional, Berikut Pemicunya
Jum'at, 15 Mei 2026 - 13:26 WIB
Selain itu sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan yang membantu transportasi minyak Iran semakin memperkeruh situasi. Ketegangan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan kesiapan AS melakukan serangan terbuka di kawasan tersebut.
Dari sisi moneter AS, pasar mulai berekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika tidak akan menurunkan suku bunga di tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh tingginya inflasi dan lonjakan harga bensin di AS.
Kondisi tersebut memaksa indeks dolar tetap berada di posisi kuat, ditambah lagi dengan sentimen perang dagang antara AS dan Tiongkok. Baca Juga: Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Meskipun pasar domestik sedang tutup, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus memantau dan melakukan intervensi di pasar internasional guna meredam volatilitas. Ibrahim mencatat adanya pergerakan intervensi yang cukup efektif pada pagi ini.
"Artinya Bank Indonesia benar-benar melakukan intervensi di pasar internasional. Ya mungkin nanti kita akan berbicara berbeda pada saat pembukaan pasar di hari Senin (18/5)," jelas Ibrahim.
Dari sisi moneter AS, pasar mulai berekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika tidak akan menurunkan suku bunga di tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh tingginya inflasi dan lonjakan harga bensin di AS.
Kondisi tersebut memaksa indeks dolar tetap berada di posisi kuat, ditambah lagi dengan sentimen perang dagang antara AS dan Tiongkok. Baca Juga: Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Meskipun pasar domestik sedang tutup, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus memantau dan melakukan intervensi di pasar internasional guna meredam volatilitas. Ibrahim mencatat adanya pergerakan intervensi yang cukup efektif pada pagi ini.
"Artinya Bank Indonesia benar-benar melakukan intervensi di pasar internasional. Ya mungkin nanti kita akan berbicara berbeda pada saat pembukaan pasar di hari Senin (18/5)," jelas Ibrahim.
Lihat Juga :