Urai Kemacetan, Pembangunan Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja Lanjut Terus
Minggu, 20 September 2020 - 23:58 WIB
Lokasi untuk titik 1 sampai 4 berada di wilayah Kabupaten Tabanan yang tujuannya untuk mengurai kemacetan, sedangkan titik 5 sampai 10 dibangun di Kabupaten Buleleng. Progresnya saat ini sebanyak 4 lokasi yakni shortcut 3,4,5, 6 telah selesai dan mulai operasi pada Desember 2019.
Dibangunnya shortcut pada titik 3 dan 4, total panjang jalan dari sebelumnya 2,45 Km dengan kelandaian 7% dan 11 tikungan menjadi 1,57 km dengan kelandaian 6% dan tinggal 3 tikungan. Pembangunan shortcut 4 dilengkapi dua jembatan masing-masing sepanjang 198 meter dan 287 meter. Selanjutnya untuk pembangunan shortcut 5 dan 6 dari panjang jalan 1,9 Km dengan kelandaian 12% dan 15 tikungan menjadi panjang jalan tetap 1,9 Km namun kelandaian berkurang 6% dengan 6 tikungan.
Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Ditjen Bina Marga tengah menyiapkan pembangunan untuk shortcut 7 dan 8 yang rencananya dimulai dengan lelang dini pada Oktober 2020 dan pengerjaan fisiknya pada 2021. Untuk sisanya pada 4 titik yakni 1,2,9, dan 10 akan dibangun secara bertahap setelah tahun 2021.
Seluruh ruas jalan pintas akan dibangun dengan lebar jalan 7 meter dan bahu jalan dua meter dan dilengkapi lampu penerangan jalan. Nantinya apabila jalan pintas sudah selesai, jalan lama tetap difungsikan dan akan dilakukan manajemen lalu lintas menjadi satu arah.
Pembangunan shortcut pada ruas Mengwitani-Singaraja ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan, khususnya di sektor pariwisata pada tatanan normal baru. Akibat pandemi Covid-19, Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami penurunan jumlah wisatawan dalam 6 beberapa bulan terakhir.
Dibangunnya shortcut pada titik 3 dan 4, total panjang jalan dari sebelumnya 2,45 Km dengan kelandaian 7% dan 11 tikungan menjadi 1,57 km dengan kelandaian 6% dan tinggal 3 tikungan. Pembangunan shortcut 4 dilengkapi dua jembatan masing-masing sepanjang 198 meter dan 287 meter. Selanjutnya untuk pembangunan shortcut 5 dan 6 dari panjang jalan 1,9 Km dengan kelandaian 12% dan 15 tikungan menjadi panjang jalan tetap 1,9 Km namun kelandaian berkurang 6% dengan 6 tikungan.
Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Ditjen Bina Marga tengah menyiapkan pembangunan untuk shortcut 7 dan 8 yang rencananya dimulai dengan lelang dini pada Oktober 2020 dan pengerjaan fisiknya pada 2021. Untuk sisanya pada 4 titik yakni 1,2,9, dan 10 akan dibangun secara bertahap setelah tahun 2021.
Seluruh ruas jalan pintas akan dibangun dengan lebar jalan 7 meter dan bahu jalan dua meter dan dilengkapi lampu penerangan jalan. Nantinya apabila jalan pintas sudah selesai, jalan lama tetap difungsikan dan akan dilakukan manajemen lalu lintas menjadi satu arah.
Pembangunan shortcut pada ruas Mengwitani-Singaraja ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan, khususnya di sektor pariwisata pada tatanan normal baru. Akibat pandemi Covid-19, Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami penurunan jumlah wisatawan dalam 6 beberapa bulan terakhir.
Lihat Juga :