DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Kamis, 28 Mei 2026 - 19:32 WIB
Dengan pengawasan digital yang terintegrasi, negara dinilai tetap dapat mengendalikan praktik seperti under-invoicing dan transfer pricing tanpa mengganggu mekanisme pasar yang telah berjalan.
Baca Juga: Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Selain itu, POPSI juga meminta pemerintah memberikan kepastian regulasi tata niaga sawit hingga Desember 2026 guna menjaga stabilitas industri dan keberlanjutan transaksi di tingkat petani.
Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional Kalimantan Tengah Kobar Sembiring menilai perubahan kebijakan sangat sensitif bagi petani karena berdampak langsung pada pendapatan mereka. Ia menyebut harga TBS saat ini masih berada di kisaran Rp2.000–Rp2.500 per kilogram, sehingga fluktuasi kecil dapat memengaruhi kesejahteraan petani.
Sementara itu, Kepala Departemen Advokasi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Marselinus Andry menilai tambahan biaya dalam rantai perdagangan, termasuk bea keluar dan pungutan ekspor, selama ini telah menekan harga di tingkat petani. Ia mengingatkan agar kebijakan baru tidak semakin memperburuk posisi petani dalam rantai pasok sawit nasional.
Baca Juga: Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Selain itu, POPSI juga meminta pemerintah memberikan kepastian regulasi tata niaga sawit hingga Desember 2026 guna menjaga stabilitas industri dan keberlanjutan transaksi di tingkat petani.
Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional Kalimantan Tengah Kobar Sembiring menilai perubahan kebijakan sangat sensitif bagi petani karena berdampak langsung pada pendapatan mereka. Ia menyebut harga TBS saat ini masih berada di kisaran Rp2.000–Rp2.500 per kilogram, sehingga fluktuasi kecil dapat memengaruhi kesejahteraan petani.
Sementara itu, Kepala Departemen Advokasi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Marselinus Andry menilai tambahan biaya dalam rantai perdagangan, termasuk bea keluar dan pungutan ekspor, selama ini telah menekan harga di tingkat petani. Ia mengingatkan agar kebijakan baru tidak semakin memperburuk posisi petani dalam rantai pasok sawit nasional.
(nng)
Lihat Juga :