10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:10 WIB
Akibatnya, keuntungan besar tercatat di luar negeri, sementara penerimaan pajak di dalam negeri menjadi minim. Kompleksitas rantai pasok industri sawit, dari petani hingga produk turunan seperti minyak goreng dan RBDPO, turut memperlebar celah pengawasan.

Baca Juga: BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan manipulasi nilai ekspor yang melibatkan 10 eksportir besar sawit. Ia menyebut praktik tersebut dilakukan melalui pengalihan dokumen perdagangan ke perusahaan perantara di Singapura, sementara barang dikirim langsung ke negara tujuan akhir.

"Data Bea Cukai hanya mencatat ekspor sampai Singapura, padahal barangnya langsung ke tujuan akhir," ujar Purbaya. Ia memperkirakan praktik under-invoicing tersebut dapat mencapai sekitar 50% dari nilai transaksi sebenarnya.

Beberapa grup perusahaan besar, termasuk Wilmar, disebut dalam laporan terkait dugaan tersebut. Namun, pihak perusahaan menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan dan sedang berkoordinasi dengan otoritas terkait.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!