Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Jum'at, 05 Juni 2026 - 16:19 WIB
Perkembangan ini semakin melemahkan harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran , mengingat Teheran telah berulang kali mengisyaratkan bahwa gencatan senjata Lebanon sangat penting untuk setiap perjanjian perdamaian yang langgeng.
Laporan awal pekan ini menunjukkan Iran telah menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS, setelah Teheran menuduh Washington melanggar gencatan senjata mereka dengan serangan baru-baru ini. AS menyerang beberapa target di Iran pekan ini, yang memicu serangan balasan oleh Garda Revolusi terhadap target Amerika di Kuwait dan Beirut.
Serangan-serangan itu terjadi bahkan ketika para pejabat AS menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah dekat dan pembicaraan sedang berlangsung. Namun, hanya ada sedikit bukti kemajuan diplomatik dengan Iran, terlepas dari klaim sebaliknya dari Washington setidaknya sejak akhir Maret.
Baca Juga: Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Sementara itu, Laporan ketenagakerjaan AS akan menjadi sorotan utama hari ini. Data Nonfarm Payrolls (NFP) diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 85.000 pekerjaan pada bulan Mei, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,3 persen selama periode yang sama.
Tanda-tanda pelemahan yang mengejutkan di pasar tenaga kerja AS dapat melemahkan Dolar AS dan mendukung harga komoditas yang didenominasi dalam US Dollar seperti emas.
Laporan awal pekan ini menunjukkan Iran telah menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS, setelah Teheran menuduh Washington melanggar gencatan senjata mereka dengan serangan baru-baru ini. AS menyerang beberapa target di Iran pekan ini, yang memicu serangan balasan oleh Garda Revolusi terhadap target Amerika di Kuwait dan Beirut.
Serangan-serangan itu terjadi bahkan ketika para pejabat AS menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah dekat dan pembicaraan sedang berlangsung. Namun, hanya ada sedikit bukti kemajuan diplomatik dengan Iran, terlepas dari klaim sebaliknya dari Washington setidaknya sejak akhir Maret.
Baca Juga: Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Sementara itu, Laporan ketenagakerjaan AS akan menjadi sorotan utama hari ini. Data Nonfarm Payrolls (NFP) diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 85.000 pekerjaan pada bulan Mei, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,3 persen selama periode yang sama.
Tanda-tanda pelemahan yang mengejutkan di pasar tenaga kerja AS dapat melemahkan Dolar AS dan mendukung harga komoditas yang didenominasi dalam US Dollar seperti emas.
Lihat Juga :