BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Minggu, 07 Juni 2026 - 11:37 WIB
Kunjungan tersebut juga menjadi sarana bagi BRIN untuk melihat secara langsung implementasi pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati yang diterapkan perusahaan. BRIN mengapresiasi keterbukaan Astra Agro dalam menunjukkan praktik-praktik keberlanjutan yang dijalankan di lapangan.
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN Ruliyana Susanti menyatakan berbagai inisiatif perusahaan, mulai dari perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas hingga rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Menurut dia, kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta penting untuk memperkaya data, pengetahuan, serta praktik terbaik yang dapat mendukung penyusunan kebijakan berbasis sains.
Astra Agro menerapkan perlindungan area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, hutan sekunder, dan lahan gambut, serta memastikan tidak ada pengembangan pada kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Tak hanya itu, Astra Agro juga melakukan inventarisasi dan pemantauan flora serta fauna secara berkala untuk menilai tren keanekaragaman hayati dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna, serta merehabilitasi area seluas 193,09 hektare melalui penanaman 49.390 pohon.
Baca Juga: Telkom Hijaukan Pesisir Lombok: Tanam 10.000 Mangrove dan 2.000 Terumbu Karang pada Hari Bumi 2026
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN Ruliyana Susanti menyatakan berbagai inisiatif perusahaan, mulai dari perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas hingga rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Menurut dia, kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta penting untuk memperkaya data, pengetahuan, serta praktik terbaik yang dapat mendukung penyusunan kebijakan berbasis sains.
Astra Agro menerapkan perlindungan area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, hutan sekunder, dan lahan gambut, serta memastikan tidak ada pengembangan pada kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Tak hanya itu, Astra Agro juga melakukan inventarisasi dan pemantauan flora serta fauna secara berkala untuk menilai tren keanekaragaman hayati dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna, serta merehabilitasi area seluas 193,09 hektare melalui penanaman 49.390 pohon.
Baca Juga: Telkom Hijaukan Pesisir Lombok: Tanam 10.000 Mangrove dan 2.000 Terumbu Karang pada Hari Bumi 2026
Lihat Juga :